Thursday, August 13, 2009

SEBISA DAN SEMAMPUKU

Adalah Abdullah Azam dalam satu kesempatan Tarbiyah di suatu tempat berupa lapangan terbuka di sebuah bukit. Abdullah Azam dan teman-temannya diperintah berlari mengelilingi lapang tersebut dengan catatan BERLARILAH SEBISA DAN SEMAMPU KALIAN. Teman-teman Abdullah pun berlari, ada yang lima putaran, ada yang6, 7, bahkan ada yang 10 putaran. Semua berhenti dan kelelahan. Tainggallah sang Abdullah Azam yang masih berlari walau kadang tergopoh-gopoh. Dia terus berlari dan berlari hingga ia jatuh pingsan.
Disela-sela istirahat Beliau ditanya. “Kenapa engkau lakukan itu, berlari hingga pingsan?” Abdullah pun menjawab, “Itulah kemampuanku, sekuatku mengelilingi lapangan tersebut.”
SESUNGGUNNYA ALLOH TIDAK MEMBEBANI UMMATNYA DENGAN BEBAN YANG TAK MAMPU IA PIKUL … Al Baqoroh: 286
Saudaraku Renungkanlah hal tersebut!!!
Wallohu’alam Bishowab.

Friday, July 31, 2009

Be Patient ...

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."(Qs. Albaqoroh, 2: 153)

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (Qs. Albaqoroh, 2: 45)

Dari dulu saya tidak mengerti apa sabar itu, mengapa mesti sabar yang bagaimana orang sabar itu? Duuuh... sabar memang ndak bisa secara sederhana didefinisikan. Ada yang menyebutkan bahwa sabar adalah telaten melakukan sesuatu pekerjaan. Bener gak yah ??? Sabar itu identik dengan menunggu hasil, nah apalagi ini gak demen banget rasanya harus menunggu lama, so yang ditunggu emang sesuatu yang diingini banget. Wah wah, gimana dong..?

Seorang guru menerangkan, sabar adalah perbuatan hati.

Sabar adalah suatu pertentangan antara keinginan dan kenyataan.
Sabar adalah keberhasilan hati menundukkan segala keinginan
Sabar adalah keberhasilan hati menundukkan segala rangsangan
Sabar adalah Sabar adalah keberhasilan hati menundukkan indahnya pandangan
Sabar adalah menerima walaupun terasa berat
Sabar adalah pebuatan yang tidak enak dilihat tapi nyaman dirasakan orang
Dengan sabar semua akan terasa ringan dan nyaman walau sebagian diri kita melawan.

Pembaca, sabar ya
membaca tulisan ini adalah salah satu bentuk kesabaran
boleh jadi tak indah dibaca bahkan jauh dari sempurna
namun saya mengajak bersabar dengan apa yang sebenarnya terjadi
faktor perbedaan satu sama lain adalah sarana 'disyari;atkan' nya sabar.

Semoga.

Thursday, July 30, 2009

The Shade For My Children

I plant the trees so my children get the shade ( Barclays Wealt).

Sebuah kalimat yang syarat makna, “ Aku menanam pepohonan, maka anak-anaku akan mendapat tempat untuk berteduh.” Tergambar oleh kita, bahwa begitulah semestinya para orang tua yang sangat-sangat menyayangi anak-anaknya. Mereka terlahir dengan
selamat maka perjalanan hidupnya pun harus selamat, bahkan nanti ketika alam berbangkit. Bukankah Isa Almasih as. pernah berdo’a, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".(Qs. Maryam, 19: 33).

Betapa pentingnya sebuah naungan bagi setiap anak yang dilahirkan. Hal ini jika tidak kita lakukan siapa yang akan mengayomi mereka. Tidakkah kita melihat terlalu banyak anak-anak terlantar dan yang ditelantarkan orang tuanya jaman ini. Sungguh hal yang sangat mengerikan sekaligus memalukan. Miris kita melihatnya.

Suatu keniscayaan anak-anak kita punya tempat berlindung bahkan jauh sebelum ia dilahirkan. secara otomatis berupa mu'jizat Kuasa Tuhan anak terlindung dengan amannya. Dan secara manualnya seorang ibu yang berperan sekuat tenaga menjaga agar diri dan anak yang dikandungnya tetap sehat.

Nah, sama halnya ketika anak kita terlahir dan tumbuh menjadi besar mereka butuh perlindungan dan rasa aman. Baik dari hal yang terlihat maupun yang tidak terlihat. aman bukan berarti fisiknya saja tetapi segi psikis nya pun sangat perlu.

Kira-kira pohon apakah yang kita tanam hari ini untuk menaungi mereka? Setidaknya kita menanam pohon yang telah kita lihat kualitasnya lebih dari pohon-pohon yang biasa ditanam. Pohon itu tiada lain adalah pohon 'Thoyyibah' (Syajaroh thoyibah, secara quran).

Perhatikanlah: "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (Qs. Ibrohim, 14: 24-25.

Semoga.